There is a beautiful article I’ve read, partly a commentary on Chairil Anwar’s “Taman”. Excerpt:
Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya
Bagi kau dan aku cukuplahItu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman, Taman hati, Taman hidup. Sempit ruangnya, tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni;
Kecil,penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusiaKenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta; maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk kedalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat disana ; dalam rumah cinta.
More related articles on the respective sites.
